ANALISIS SEMIOTIKA PADA SIMBOL DAN ESTETIKA DESAIN BARONG SEKELOA
DOI:
https://doi.org/10.51977/vvnvx540Keywords:
Barong Sekeloa, Semiotika Roland Barthes, simbol visual, estetika tradisional, akulturasi budaya.Abstract
Barong Sekeloa merupakan seni pertunjukan tradisional hasil akulturasi budaya Sunda dan Tionghoa yang berkembang di kawasan Sekeloa dan Lebak Gede, Bandung. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai media komunikasi simbolik yang memuat nilai spiritual, filosofi hidup, dan identitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbolik dan estetika visual pada desain Barong Sekeloa melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Analisis difokuskan pada elemen visual seperti bentuk kepala, warna, ornamen, serta struktur visual yang membentuk karakter Barong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barong Sekeloa mengandung makna denotatif, konotatif, dan mitologis yang merepresentasikan konsep dualitas, kekuatan penjagaan roh leluhur, serta proses akulturasi budaya yang melatarbelakanginya. Kajian estetika menunjukkan bahwa unsur bentuk, komposisi, dan ornamen tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, tetapi juga memperkuat pesan simbolik dan nilai kultural yang diwariskan secara turun-temurun. Temuan ini menegaskan bahwa desain Barong Sekeloa memiliki peran penting dalam menjaga kontinuitas identitas budaya serta menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan desain tradisional di era kontemporer.
References
Aulia, Dwi R., Dasho, B. J., & Wulandari, S. (2024). Analisis semiotika Roland Barthes pada poster seri web biopik Ellyas Pical.Jurnal Synakarya. 5(2), 48-54. https://synakarya.upnjatim.ac.id/index.php/synakarya/article/view/139
Bastomi, Suwaji. (2003). Seni Kriya Seni. Semarang: UPT Percetakan dan Penerbitan UNNES Press.
Caturwati, E. (2008). Tradisi Sebagai Tumpuan Kreatifitas Seni. Bandung: Penertbit Sunan STSI Pres Bandung.
Fachrissal., Sudikan, S.Y., & Wahyuni, E. (2021). Seni Kriya Seni. Semarang: UPT Percetakan dan Penerbitan UNNES Press.Jurnal CaLLs. 7(2). 254-276. https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/CALLS/article/view/7055
Kartika, Dharsono Sony. (2007). Kritik Seni. Bandung: Rekayasa Sains Bandung.
Masrita, Jenni. (2016). ESTETIKA TRADISONAL RAGAM HIASISTANA RAJA GUNUNG SAHILANRIAU. Jurnal Koba, 3 (2), 78-90. https://journal.uir.ac.id/index.php/koba/article/view/1358/851
Rouf, M.F. (2023). Transformasi Visual: Analisis Formalisme dalam Compotition V dan Compotition VII Karya Wassily Kandinsky. Jurnal Narada, 10(3), 361-381. https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/narada/article/view/22508/8114
Pradana, T.W., & Angge, I.C. (2025).WAJAH BARONG SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LOGAM.Jurnal Sakala, 5(1). 1-9. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/sakala/article/view/65178/49021#:~:text=Sakala%20Jurnal%20Seni%20Rupa%20Murni%2C%20Vol.5No.%201%2C,Angge21Program%20StudiSeni%20Rupa%20Murni%2CFakultasBahasa%20dan%20Seni%2CUniversitasNegeriSurabaya%20email:
Wulandari, Eka,. Hasmawati, F., & Trisiah, A. (2025). Analisis semiotika pada poster film 13 Bom di Jakarta. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2(2), 1-10. https://doi.org/10.47134/dkv.v2i2.3827
Sallaby, Fikri, Dosi Saputra, Aldo Novrianto, and Qodri Putra. “Keunikan Tari Barong Budaya Bali”. Jurnal Dehasen Mengabdi, 3(2), 133–136. https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jdm/article/view/6581.
Syahdewa, M., Afifudin, A. G., & Arifianto, P. F. (2024). Analisis semiotika poster film horor Asih 2, 5(2).55-62 https://synakarya.upnjatim.ac.id/index.php/synakarya/article/view/145/40
Ubaidillah, M., & Patriansah, M. (2024). Analisis semiotika Roland Barthes pada film Agak Laen. Jurnal Seni Rupa & Desain.2(1).49-65 https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/wacadesain/article/view/2192/1067.





