Pengaruh Edukasi Digital terhadap Kecemasan pada Pasien Pre-Electroencephalography (EEG) di RSUD Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.51977/pjemry72Keywords:
edukasi digital, kecemasan, electroencephalography, video edukasi, pasien diagnostikAbstract
Latar Belakang: Pemeriksaan electroencephalography (EEG) merupakan prosedur diagnostik non-invasif yang sering menimbulkan kecemasan pada pasien akibat kurangnya informasi mengenai prosedur, alat yang digunakan, serta ketidakpastian terhadap hasil pemeriksaan. Kecemasan yang tidak teratasi dapat memengaruhi kenyamanan dan kerja sama pasien selama proses pemeriksaan. Edukasi digital melalui media video dapat menjadi salah satu strategi keperawatan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan psikologis pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi digital terhadap kecemasan pasien pre-electroencephalography (EEG) di RSUD Kota Bandung.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 64 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 32 responden kelompok kontrol dan 32 responden kelompok eksperimen. Instrumen pengukuran kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan skor kecemasan pada kelompok eksperimen setelah diberikan edukasi digital, dengan nilai rata-rata kecemasan menurun dari 20,31 menjadi 8,84. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan nilai p < 0,05.
Kesimpulan: Edukasi digital berbasis video berpengaruh terhadap penurunan kecemasan pasien pre-electroencephalography (EEG). Media edukasi digital dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan dalam meningkatkan kesiapan pasien sebelum menjalani prosedur diagnostik.
Downloads
References
American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.). American Psychiat Association Publishing.
Bintoro, B. S. (2012). Elektroensefalografi: Prinsip dan aplikasi klinis. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Casson, A. J., Smith, S. J. M., & Duncan, J. S. (2018). Electroencephalography and its clinical applications. Clinical Neurophysiology, 129(6), 1153–1164.
Chen, Y., Liu, H., Wang, X., & Zhao, L. (2024). Digital patient education before diagnostic procedures and its effects on anxiety and patient readiness. Journal of Nursing Care Quality, 39(2), 145–152.
Hidayati, N., Prasetyo, A., & Wulandari, D. (2025). Edukasi kesehatan era digital: Peran media digital dalam meningkatkan pemahaman pasien. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 280–288.
Khan, M. A., Ali, S., Ahmed, R., & Hasan, M. (2022). Video-based patient education and psychological preparation before medical procedures. Patient Education and Counseling, 105(7), 1856–1863.
Kurniawan, A., Sari, R. P., & Nugroho, B. (2022). Pemberian informasi pra tindakan terhadap kecemasan pasien yang menjalani prosedur diagnostik. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(2), 102–109.
Lee, H. J., Kim, J. Y., & Park, S. H. (2021). Video education before medical procedures and its effect on patient anxiety: A systematic review. Patient Education and Counseling, 104(9), 2205–2213.
Lee, J. H., Choi, M. S., & Kim, Y. J. (2023). Digital health education and patient engagement before medical procedures. BMC Nursing, 22, 214.
Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.
McCarthy, B., Casey, D., & Devane, D. (2021). Patient education before medical procedures: Effects on anxiety and coping. Journal of Clinical Nursing, 30(15–16), 2245–2254.
Meskó, B., Drobni, Z., Bényei, É., Gergely, B., & Győrffy, Z. (2022). Digital health is a cultural transformation of traditional healthcare. mHealth, 8, 31.
Niedermeyer, E., & da Silva, F. L. (2020). Niedermeyer's electroencephalography: Basic principles, clinical applications, and related fields (7th ed.). Oxford University Press.
Putri, A. R., & Handayani, S. (2022). Pengaruh edukasi audiovisual terhadap kecemasan pasien sebelum tindakan medis. Jurnal Keperawatan Klinis, 10(3), 145–152.
Rahmawati, D., Lestari, P., & Hidayat, R. (2023). Edukasi pra tindakan dalam menurunkan kecemasan pasien di rumah sakit. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 12(1), 55–63.
Sari, N., Wahyuni, T., & Pratiwi, R. (2021). Efektivitas edukasi berbasis video terhadap kecemasan pasien sebelum prosedur medis. Jurnal Keperawatan, 13(2), 87–95.
Sørensen, K., Levin-Zamir, D., Duong, T. V., Okan, O., Brasil, V. V., & Nutbeam, D. (2021). Building health literacy system capacity: A framework for health literate systems. Health Promotion International, 36(Suppl. 1), i13–i23.
Stuart, G. W. (2016). Principles and practice of psychiatric nursing (10th ed.). Elsevier.
Wang, Y., Zhang, X., Li, J., & Chen, H. (2021). Anxiety among older adults undergoing diagnostic examinations: The role of health information and uncertainty. Geriatric Nursing, 42(4), 912–918.
World Health Organization. (2021). Global strategy on digital health 2020–2025. World Health Organization.
Zhang, L., Chen, Y., Wang, H., & Liu, X. (2023). Video-based preprocedural education reduces anxiety and improves patient satisfaction: A randomized controlled study. International Journal of Nursing Studies, 139, 104435.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eva Supriatin, Sri Susilawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




.png)
.png)