PENERAPAN SELEKSI FITUR GAIN RATIO PADA PREDIKSI PENYAKIT JANTUNG BERBASIS NAÏVE BAYES
DOI:
https://doi.org/10.51977/jti.v6i1.1396Keywords:
jantung, seleksi fitur, naïve bayesAbstract
Penyakit jantung, yang menjadi ancaman serius bagi berbagai kelompok usia dan jenis kelamin, menuntut upaya pencegahan dan deteksi dini. Penelitian ini fokus pada prediksi penyakit jantung menggunakan algoritma Naïve Bayes. Meski efektif, Naïve Bayes memiliki keterbatasan performa, terutama dalam seleksi atribut. Oleh karena itu, penelitian ini mengintegrasikan metode seleksi fitur Gain Ratio untuk mengatasi kelemahan tersebut. Tujuannya adalah meningkatkan akurasi prediksi dengan memilih atribut yang relevan dan mengurangi bias pada data besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Naïve Bayes dan seleksi fitur Gain Ratio memberikan akurasi sebesar 91.2%, melampaui kinerja Naïve Bayes tanpa seleksi fitur. Temuan ini menegaskan pentingnya seleksi fitur dalam konteks prediksi penyakit jantung, memberikan kontribusi pada pemahaman lebih baik tentang faktor-faktor yang signifikan. Implikasinya dapat digunakan dalam pengembangan strategi pencegahan dan manajemen penyakit jantung, membuka peluang penggunaan teknologi untuk analisis dataset guna mendukung deteksi dini dan perawatan yang lebih efektif.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Pemberitahuan Hak Cipta
Usulan kebijakan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka Syarat yang dibutuhkan penulis adalah sebagai berikut:
1. Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama secara bersamaan di bawah lisensi di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0), yang mengizinkan orang lain untuk menyalin dan mendistribusikan ulang materi ini dalam bentuk atau format apa pun termasuk menyusun, memodifikasi, dan membuat turunan materi ini untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
2. Penulis dapat membuat pengaturan kontrak terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi dekaden publikasi jurnal (misalnya mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan mengakui publikasi aslinya di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting artikel secara online (misalnya di repositori institusional atau di situs web mereka) seperti pada Garuda, Academia, researchgate atau repository lainnya sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif dan kutipan artikel yang diterbitkan lebih awal dan lebih maju (periksa: Efek Akses Terbuka)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








