Edukasi Peran Penting Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata di Desa Mekarbuana Karawang
DOI:
https://doi.org/10.51977/jsa.v5i1.975Keywords:
Desa Wisata, Partisipasi, Keterlibatan MasyarakatAbstract
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu desa wisata yang terkena dampak pasca covid 19 yang menjadi sepi. Terutama turunnya partisipasi masyarakat untuk sadar wisata terhadap potensi desa wisatanya. Mitra pada pengabdian ini menggandeng Bumdes Buana Mekar, Pokdarwisa, Masyarakat lokal dan ibu-ibu PKK desa Mekarbuana. Metode pengabdian berupa edukasi dan sosialisasi mengajak masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan desa wisata. Tujuan akhir yang diharapkan adalah kembalinya partisipasi masyarakat untuk sadar wisata dan dapat mensejahterakan masyarakat desa Mekarbuana.
References
AAMR (American Association of Mental Retardation), 2002, Mental Retardation: Definition, Classification and Systems of Supports (10th ed.). Washington, DC: AAMR.
Aminah, S., & Gamayani, U. (2010). Hubungan Faktor Risiko Dengan Beratnya Retardasi Mental Pada Siswa SLB C Bandung. Neurona (Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia), 27(4). http://www.neurona.web.id/paper-detail.do?id=738
Huang J, Zhu T, Qu Y & Mu D (2016). Prenatal, Perinatal and Neonatal Risk Factors For Intellectual Disability:A Systemic Review and Meta-Analysis. Plos One. 11(4):e0153655.
Ikawati, Y., Dewi, Y. L. R., & Adriani, R. B. (2017, June). Biopsychosocial Factors Associated with Mental Retardation in Children Aged 6-17 Years in Tulungagung District, East Java. In International Conference on Public Health (pp. 96-102).
Irianto. 2014. Biologi Reproduksi. Bandung:Alfabeta
Karam S.M., Barros A.J., Matijasevich A, Dos Santos I.S., Anselmi L, Barros F, Leistner Segal S (2016). Intellectual Disability in a Birth Cohort: Prevalensi, Etiologi, adn Determinants at the Age of 4 Years, Public Health Genomics. 19(5): 290 – 297.
Kurniasih, E. (2016). Hubungan Riwayat BBLR Dengan Retardasi Mental di SLB YPPLB Ngawi. Kendedes Midwifery Journal, 2(1).
Nemerimana, M., Chege, M. N., & Odhiambo, E. A. (2018). Risk factors associated with severity of nongenetic intellectual disability (mental retardation) among children aged 2–18 years attending Kenyatta National Hospital. Neurology research international, 2018. https://doi.org/10.1155/2018/6956703
Nurochim, E., Indarto, D., & Prayitno, A. (2016). Association between Maternal Age at Pregnancy, Socioeconomic Status, Physical Environment, Prenatal, Perinatal, Postnatal History, and the Risk of Mental Retardation. Journal of Maternal and Child Health, 1(2), 119-130.
Rini, P. S. (2020). Analisis Usia Ibu Hamil dan Riwayat Genetik Ibu Dengan Kejadian Anak Retardasi Mental (RM). Jurnal 'Aisyiyah Medika, 5(1). https://doi.org/10.36729/jam.v5i1.310
Sularyo, T. S., & Kadim, M. (2016). Retardasi mental. Sari Pediatri, 2(3), 170-7.
UNICEF (2013). Anak Penyandang Disabilitas. www.unicef.org diakses pada 29 Maret 2016.




