TRADISI NGARUANG SANTEN PADA PERSPEKTIF KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DI KAMPUNG SAPAN DESA SUMBERSARI
Keywords:
Kebiasaan Masyarakat, Ngaruang Santen, Komunikasi Antarbudaya, Nenek moyang, TradisiAbstract
Adanya tradisi slametan dari siklus kehidupan manusia yaitu salah satunya adalah fase kelahiran. Tradisi yang memiliki peranan penting di fase kelahiran adalah tradisi tembuni di lokasi penelitian yang dilakukan disebut sebagai tradisi ngaruang santen. Tujuan penelitian ini adalah untuk bagaimana tradisi ngaruang santen pada perspektif komunikasi antarbudaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan paradigma post positivisme. Informan sebanyak 6 orang dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dianalisis dengan metode Analysis Interactive dari Miles dan Huberman yaitu melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tahapan pelaksanaan tradisi ngaruang santen adalah mengubur ari-ari bayi baru lahir. Selanjutnya ditemukan alasan masyarakat di Kampung Sapan mengapa mereka masih mempercayai dan masih menjalankan tradisi ngaruang santen yaitu melalui kebiasaan masyarakat yang diajarkan oleh leluhur dan nenek moyang hingga saat ini. Serta ditemukan makna simbolik dari tradisi ngaruang santen yaitu masyarakat meyakini bahwa dengan melakukan tradisi dapat mempercepat proses penyembuhan dan pengeringan pada tali pusar bayi dan agar bayi memiliki kehidupan yang baik di masa depan.

