Transformasi Motif Songket Palembang ke Desain Scarf Modern sebagai Inovasi Cinderamata Pariwisata
DOI:
https://doi.org/10.51977/7vs21d60Kata Kunci:
Songket Palembang, Scarf, Cinderamata, Inovasi Produk, Desain BudayaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan produk scarf bermotif songket Palembang sebagai cinderamata yang inovatif dan merepresentasikan budaya lokal. Kebutuhan akan cinderamata yang praktis, estetis, dan mampu memperkenalkan kekayaan budaya kepada wisatawan menjadi latar belakang utama penelitian ini. Metode yang digunakan ialah pendekatan deskriptif kualitatif dengan model perancangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur di sentra kerajinan Zainal Songket, Palembang. Hasil perancangan menunjukkan bahwa motif Pucuk Rebung dan Bunga Tanjung yang divisualisasikan dalam desain modern mampu menarik minat pasar tanpa menghilangkan nilai filosofisnya. Proses pengembangan produk meliputi analisis motif, eksplorasi desain, digitalisasi visual menggunakan perangkat lunak desain grafis, hingga pembuatan mock-up. Produk akhir dinilai layak sebagai cinderamata khas sekaligus sebagai media pelestarian budaya yang aplikatif dan ekonomis. Inovasi ini memberikan alternatif baru dalam industri cinderamata dan mendorong pengembangan produk kreatif berbasis kearifan lokal.
This study aimed to design and develop a scarf featuring traditional Palembang songket motifs as an innovative and culturally representative souvenir product. The background of the research stemmed from the need for practical, aesthetically pleasing souvenirs that could effectively promote local cultural heritage to a wider audience of tourists. A qualitative descriptive approach was employed, using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) for the design process. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature studies at the Zainal Songket craft center in Palembang. The results showed that motifs such as Pucuk Rebung and Bunga Tanjung, when adapted into modern visual designs, successfully attracted market interest while preserving their traditional philosophical meanings. The design process included motif analysis, visual exploration, digitalization using graphic design software, and the creation of product mock-ups. The final product proved to be a viable cultural souvenir and a practical and economical means of preserving cultural heritage. This innovation offers a new alternative in the souvenir industry and encourages the development of creative products based on local wisdom.
Unduhan
Referensi
Arioen, R., Hi Ahmaludin, M., JunaidiSE MM Ir Indriyani, Sa. M., & Wisnaningsih, Ms. S. (2023). Buku Ajar Metodologi Penelitian Penerbit Cv.Eureka Media Aksara. 1–83. [email protected]
Cahyati, I. D., Devella, S., & Yohannes. (2024). Pengenalan Motif Songket Palembang Menggunakan Convolutional Neural Network dengan Arsitektur ResNet-50. Jurnal Algoritme, 5(1), 78–87. https://doi.org/10.35957/algoritme.xxxx
Hasibuan, I. M., Mutthaqin, S., Erianto, R., & Harahap, I. (2023). Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Perekonomian Nasional. Urnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 8(2), 1200–1217.
Ismail, N., & Setiafindari, W. (2023). Usulan Perbaikan Kualitas Pada Sarung Tangan Golf Lotus Menggunakan Metode Statistical Quality Control Dan 5W+1H. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro Dan Komputer, 3(2), 215–228. https://doi.org/10.51903/juritek.v3i2.1714
Iswandi, H., & Prasetya, D. (2024). Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Penerapan Stilasi pada Motif Kain Tenun Blongsong Palembang. Jurnal Desain Komunikasi Kreatif, 6(1), 59–65. https://doi.org/10.35134/judikatif.v4i2.1
Mubarat, H., Saaduddin, S., & Ihaq, M. (2022). Implementasi Ragam Hias Songket Palembang Pada Ruang Publik Sebagai Representasi Estetik Budaya Lokal Palembang. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(2), 529. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39818
Nurhayaty, M. (2022). Strategi Mix Marketing (Product, Price, Place, Promotion, Eople, Process, Physical Evidence) 7P Di Pd Rasa Galendo Kabupaten Ciamis. Jurnal Media Teknologi, 8(2), 119–127. https://doi.org/10.25157/jmt.v8i2.2669
Rahayu, S., Diatmika, I. P. G., & Haryadi, W. (2022). Analisis Potensi Wisata Kuliner Dalam Mendukung Perekonomian Umkm Pesisir Saliper Ate Di Kabupaten Sumbawa. Jurnal Riset Kajian Teknologi Dan Lingkungan, 5(1), 01–08. https://doi.org/10.58406/jrktl.v5i1.954
Ramdona, S., Junista, silivia S., & Gunawan, A. (2025). Teknik Pengumpulan Data: Observasi, Wawancara dan Kuesioner. 3(1), 39–47.
Rini, D. R., Hidayat, I. K., & Novica, D. R. (2021). Pengembangan Souvenir Berbasis Augmented Reality pada Tempat Wisata Kampung Tridi Malang. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 1(4), 492–504. https://doi.org/10.17977/um064v1i42021p492-504
Rohaeni, A. J., & Ananta K P, D. (2024). Inovasi Produk Suvenir Destinasi Wisata Kearifan Lokal Sebagai Peluang Usaha Masyarakat Adat. Panggung, 34(3), 448–466. https://doi.org/10.26742/panggung.v34i3.3563
Sandi, A., Nasir, M., Azmin, N., Lasalewo, T., Hariana, & Lantowa, J. (2024). Pengembangan Inovasi Desain Kain Tenun Sebagai Produk Ekonomi Kreatif Unggulan Pengrajin Tenun Desa Ranggo. Jurnal PenKomi : Kajian Pendidikan Dan Ekonomi, 4(1), 1–17.
Suliastuti, I., & Destiarmand, A. H. (2023). Adaptasi Visual Motif Gambar Fauna pada Produk Scarf Hijab Modis Brand Alzena Kids Moslem. Serat Rupa Journal of Design, 7(2), 91–108. https://doi.org/10.28932/srjd.v7i2.6252
Sulistiawan, A. H. (2020). Redesain Pusat Cindera Mata Di Kawasan Wisata Budaya Citra Niaga Samarinda Dengan Pendekatan Regionalisme. 1–251.
Talani, N. S., & Tuli, M. (2023). Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif Desa Pesisir Melalui Pelatihan Pembuatan Cinderamata. Jurnal Abdimas, 132–141.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.