EGD MUSEUM POS INDONESIA DAN KEMANDIRIAN NAVIGASI PENGUNJUNG
DOI:
https://doi.org/10.51977/5eca4460Keywords:
Environmental Graphic Design (EGD), Museum Pos Indonesia, Signage, Wayfinding, EdukasiAbstract
Museum Pos Indonesia memiliki peran penting sebagai sarana edukasi sejarah komunikasi nasional. Namun, keterbatasan sistem Environmental Graphic Design (EGD) diduga memengaruhi pengalaman navigasi pengunjung. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi EGD yang diterapkan di Museum Pos Indonesia serta implikasinya terhadap pengalaman navigasi pengunjung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara terhadap empat puluh pelajar yang mengikuti kegiatan kunjungan edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan signage, minimnya identitas koleksi, serta tidak terintegrasinya sistem wayfinding menimbulkan kebingungan dalam orientasi ruang dan mengurangi kenyamanan pengunjung. Temuan ini mengindikasikan bahwa EGD memiliki peran penting dalam mendukung komunikasi ruang museum, meskipun hasil penelitian masih bersifat terbatas dan kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar kajian awal bagi pengembangan EGD pada museum sebagai ruang edukatif.
References
Alafeef, M. H. M., Al-Khawaldah, N. I., & Aldokhi, R. M. M. (2025). The Impact of Functional Integration Between Graphic Design and Signage Systems in Enhancing the Visitor Experience at Archaeological Sites City “Jerash”–Jordan. Architecture Image Studies, 6(3), 1953–1970. https://doi.org/10.62754/ais.v6i3.546
Bitgood, S., & Gándara Vázquez, M. (2016). Palabras clave.
Cheirchanteri, G. G. (2025). Wayfinding and Spatial Orientation in Museums: Case Study the Acropolis Museum. International Journal of Arts Architecture & Design, 3(2).
Darken, R. P., & Peterson, B. (2001). SPATIAL ORIENTATION, WAYFINDING, AND REPRESENTATION.
Kiatama, T., & Hananto, B. A. (2025). Tinjauan Literatur Sistematis Terhadap Proyek Desain Sistem Signage dan Wayfinding Systematic Literature Review on Signage and Wayfinding System Design Projects. 8, 107–116. http://journal.ubm.ac.id/index.php/titik-imaji/
Kusuma, H. B. (2018). Wayfinding Sign pada Ruang Pameran Tetap di Museum Nasional Indonesia – Jakarta. Mudra Jurnal Seni Budaya, 33(2), 242–248. https://doi.org/10.31091/mudra.v33i2.331
Lukito, Y. N., & Arvanda, E. (2017). Improving Wayfinding and Signage Systems of the Ragunan Zoo as a Way to Enhance Visitors’ Quality Time. ASEAN Journal of Community Engagement, 1(2), 72. https://doi.org/10.7454/ajce.v1i2.76
Minggra, R. (2020). KAJIAN PENANDA IDENTITAS SEBAGAI GRAFIS PADA RUANG LUAR DAN BAGIAN DARI WAYFINDING SYSTEM KAWASAN. Jurnal Arsitektur ZONASI, 3(1), 11–19. https://doi.org/10.17509/jaz.v3i1.19588
Pérez Lores, L. (2023). Territory and sustainability: graphic expressions against a dystopia. EGE-Expresión Gráfica En La Edificación, (18), 21–41. https://doi.org/10.4995/ege.2023.19592
Romagnoli, F., Villani, T., & Oddi, A. (2019). The Environmental Contribution to Wayfinding in Museums: Enhancement and Usage by Controlling Flows and Paths. Advances in Intelligent Systems and Computing, 825, 579–588. https://doi.org/10.1007/978-3-319-96068-5_64
Roppola, T. (2012). Designing for the Museum Visitor Experience.
Stacey, A., Hadipurnama, M., Ruthshaina Widjaja, A., Valenza, C., & Fivanda, &. (2024). THE OPTIMIZING OF MUSEUM BATIK TRUSMI WAYFINDING: SIGNAGE SYSTEMS STUDY FOR ENHANCED VISITOR CIRCULATION. International Journal of Application on Social Science and Humanities, 2(1), 160–169. https://doi.org/10.24912/ijassh.v2i1.30088
Wafoji, H. A., Orewere, E., & Olagunju, R. E. (2025). Wayfinding to Enhance Circulation in the Design of a Museum, Jalingo. International Journal of Engineering and Modern Technology. https://doi.org/10.56201/ijemt.vol.11.no8.2025.pg396.406





