KELAYAKAN INVESTASI DAN RISIKO PENGEMBANGAN UNIT DIALISIS RSU BIDADARI BINJAI

Authors

  • Icha Prasetina Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya
  • Erliany Syaodih Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya
  • Maxsi Ary Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

DOI:

https://doi.org/10.51977/5943er26

Keywords:

Kelayakan Investasi, Unit Dialisis, Penganggaran Modal, Manajemen Risiko, Rumah Sakit

Abstract

The growing need for dialysis therapy requires hospitals to expand service capacity while maintaining financial sustainability and operational safety. Bidadari Binjai General Hospital faces limitations in dialysis machines and service space, while utilization of the Dialysis Unit remains high, making a measured investment decision necessary. This study aims to analyze the feasibility of investing in the development of the Dialysis Unit and to identify risks that may affect investment sustainability. A mixed-methods case study approach was applied. Quantitative analysis used financial data and the Payback Period, Net Present Value, and Internal Rate of Return methods, while qualitative analysis used interviews, observation, documentation, triangulation, and risk mapping based on Enterprise Risk Management. The findings indicate that the proposed development of the Dialysis Unit is financially feasible, with a relatively rapid investment recovery and positive economic value. Nevertheless, investment sustainability is affected by risks related to delayed payer claims, changes in reimbursement regulations, water-treatment system failures, clinical incidents, and shortages of skilled personnel. The novelty of this study lies in integrating capital-budgeting analysis with a hospital operational risk matrix as a basis for investment decisions. This approach confirms that service-development decisions should not rely solely on financial indicators but must also incorporate structured risk mitigation.

 

Kebutuhan terapi dialisis yang terus meningkat menuntut rumah sakit memperluas kapasitas layanan dengan tetap menjaga keberlanjutan keuangan dan keselamatan operasional. RSU Bidadari Binjai menghadapi keterbatasan mesin dan ruang pelayanan, sementara utilisasi Unit Dialisis terus tinggi sehingga diperlukan keputusan investasi yang terukur. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan investasi pengembangan Unit Dialisis sekaligus mengidentifikasi risiko yang dapat memengaruhi keberlanjutan investasi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan studi kasus. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data keuangan menggunakan Payback Period, Net Present Value, dan Internal Rate of Return, sedangkan analisis kualitatif memanfaatkan wawancara, observasi, dokumentasi, triangulasi, serta pemetaan risiko berbasis Enterprise Risk Management. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana pengembangan Unit Dialisis layak secara finansial, dengan pengembalian investasi yang relatif cepat dan nilai investasi yang memberikan manfaat ekonomi positif. Namun, keberlanjutan investasi dipengaruhi oleh risiko keterlambatan klaim penjamin, perubahan regulasi tarif, gangguan sistem pengolahan air, risiko klinis, serta keterbatasan tenaga terampil. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi analisis capital budgeting dengan matriks risiko operasional rumah sakit sebagai dasar keputusan investasi. Pendekatan ini menegaskan bahwa keputusan pengembangan layanan tidak cukup ditentukan oleh indikator finansial, tetapi juga memerlukan mitigasi risiko yang terstruktur.

References

Agni, M. K. (2022). Analisis investasi studi kelayakan rencana pengembangan layanan rawat inap dan rawat jalan rumah sakit. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 7(3), 237–248.

Aisyah, A. P., & Dahlia, L. (2022). Enterprise risk management berdasarkan ISO 31000 dalam pengukuran risiko operasional pada Klinik Spesialis Esti. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, 19(2), 78–90.

Armansyah, R., & Husnatarina, F. (2022). Analisis kelayakan investasi alat hemodialisa: Studi kasus RSUD Tarakan Provinsi Kalimantan Utara.

Dahliana, A., Santosa, W. N., & Rasyidah, U. M. (2022). Analisis kelayakan pengembangan unit hemodialisis di Rumah Sakit X di Surabaya. Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, 3(2), 93–99.

Dewi, N. K. Y. W., & Darma, G. S. (2019). Strategi investasi & manajemen resiko rumah sakit swasta di Bali. Jurnal Manajemen Bisnis, 16(2), 110–127.

Hasanuddin, F. (2022). Adekuasi hemodialisa pasien gagal ginjal kronik. Penerbit NEM.

Hasibuan, S. R., Prasetyo, C. I., Darmawan, E. S., & Permanasari, V. Y. (2024). Gambaran klaim pelayanan dialisis di rumah sakit dan rekomendasi kebijakan di level daerah: Studi kasus Kota Pematangsiantar. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 9(1), 5.

Ikhlasi, H. H., Nurfaisal, D. A., Muhammad, A., & Maulana, M. I. (2024). Feasibility study of East Surabaya Hospital investment and its contribution to Surabaya City’s development goals. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 13(3), 13–23.

Neti, D. F., & Dominata, A. (2021). Implementasi Permenkes Nomor 812 Tahun 2010 tentang tata laksana penyelenggaraan pelayanan hemodialisis di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 1–19.

Noviana, F., Bagenda, W., & Veranita, M. (2025). Analisis kelayakan investasi pada peningkatan status Klinik Utama Cahaya Imani menjadi Rumah Sakit Tipe D di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan. Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(2), 1659–1670.

Putri, P., & Afandi, A. T. (2022). Eksplorasi kepatuhan menjalani hemodialisa pasien gagal ginjal kronik. Jurnal Keperawatan, 11(2), 37–44.

Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: Wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1), 35–40.

Rismawan, I., & Renaningtyas, N. (2023). Peluang efisiensi layanan hemodialisa di rumah sakit tipe C dengan sistem pembayaran JKN: Systematic literature review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 4477–4492.

Sirait, N. M., & Susanty, A. (2016). Analisis risiko operasional berdasarkan pendekatan Enterprise Risk Management (ERM) pada perusahaan pembuatan kardus di CV Mitra Dunia Palletindo. Industrial Engineering Online Journal, 5(4).

Suhadi, S. (2022). Potensi penyebab keterlambatan pembayaran klaim Jaminan Kesehatan Nasional di rumah sakit. Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES, 13(2), 486–490.

Verdika, R., Nurdin, N., & Kusnadi, D. (2022). Analisis perbandingan biaya satuan pelayanan hemodialisa dengan metode Activity Based Costing terhadap tarif rumah sakit dan tarif INA-CBGs serta cost recovery rate. Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 1(12), 1907–1922.

Wilujeng, T. A., Riyadi, T. A., & Ridwan, S. (2019). Analisis SWOT dan aspek keuangan studi kelayakan investasi pengembangan Rumah Sakit Umum Wonolangan Probolinggo. Jurnal Ekonomi & Bisnis, 4(2), 975–986.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

KELAYAKAN INVESTASI DAN RISIKO PENGEMBANGAN UNIT DIALISIS RSU BIDADARI BINJAI. (2026). Jurnal Sains Manajemen, 8(2), 54-63. https://doi.org/10.51977/5943er26

Similar Articles

11-20 of 25

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)