MEMBACA KEMBALI ORANG-ORANG SINTING (1981): REPRESENTASI KRISIS SOSIAL DAN RELEVANSINYA HARI INI

Authors

  • Panji Firman Rahadi Universitaa ars
  • Iwan Muhammad Ridwan Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya
  • Hendy Yuliansyah Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya
  • Anggi Sugiharti Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya
  • Elen Tesalonica Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

DOI:

https://doi.org/10.51977/baehj914

Keywords:

Film, Psikoanalisis, Representasi Sosial, Pengangguran

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi kondisi sosial masyarakat Indonesia dalam film “Orang-orang Sinting” (1981) karya Nawi Ismail. Fokus penelitian diarahkan pada persoalan pengangguran, tekanan sosial, dan keterasingan individu di masyarakat perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode post-factum serta pendekatan psikoanalisis Freud untuk menganalisis dinamika kepribadian tokoh utama melalui struktur Id, Ego dan Superego. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan tekanan sosial akibat keterbatasan lapangan kerja di era 1980an yang berdampak pada kondisi psikologis individu. Selain merefleksikan kondisi sosial pada masalnya, persoalan yang dihadirkan film ini juga masih relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia kontemporer.

References

Badan Pusat Statistik. (2025). (2025). Tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) menurut provinsi, 2025.

Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. (1981). Jakarta dalam angka 1981.

Bazin, A. (2005). What is Cinema? (Vol. 1). University of California Press.

Berger P.L, & Luckmann T. (1990). Tafsir Sosial Atas Kenyataan. Risalah Tentang Sosiologi Pengetahuan. LP3ES.

Biran, M. Y. (2009). Sejarah film 1900–1950: Bikin film di Jawa. Jakarta. Komunitas Bambu.

Doneson, J. E. (2002). The Holocaust in American Film. Syracuse University Press.

Elsaesser, T., & Hagener, M. (2018). Film theory: An introduction through the senses (2nd ed.). Routledge.

Eren, I., & Aktuǧlu Aktan, E. Ö. (2024). Beyond the silver screen: Exploring future public life through sociological film analysis. Sage Open, 14(4).

Freud, S. (1961). The ego and the id. New York. W. W. Norton.

Hall, C. S. (1954). A Premier of Freudian Psychology. The New American Library.

Kristanto, J. B. (2007). Katalog film Indonesia 1926–2007. Nalar.

Moesono, A. (2003). Psikoanalisis dan Sastra. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya. Lembaga Pendidikan UI (PPKLP UI).

Nelfira, W. (2025, February 6). BPS: Pengangguran di Jakarta naik, terbanyak lulusan SMA. https://www.liputan6.com/news/read/6273315/bps-pengangguran-di-jakarta-naik-terbanyak-lulusan-sma

Ningsih, W. L., & Nailufar, N. N. (2021). Sejarah perfilman di Indonesia. Kompas.

Sen, K. (1994). Indonesian cinema: Framing the New Order. Zed Books.

Yacavone, D. (2016). Film and the phenomenology of art: Reappraising Merleau-Ponty on cinema as form, medium, and expression. . New Literary History, 47(1), 159–185.

Zulfikar, F. (2025, April 6). Daftar lulusan dengan tingkat pengangguran tertinggi menurut data BPS 2025, SMK-S1. Daftar lulusan dengan tingkat pengangguran tertinggi menurut data BPS 2025, SMK-S1

Downloads

Published

2026-05-25

How to Cite

MEMBACA KEMBALI ORANG-ORANG SINTING (1981): REPRESENTASI KRISIS SOSIAL DAN RELEVANSINYA HARI INI. (2026). Wacadesain, 7(1), 35-45. https://doi.org/10.51977/baehj914

Similar Articles

21-23 of 23

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>