Filsafat Ilmu Sebagai Fondasi Etika dan Pengembangan Ilmu Manajemen
DOI:
https://doi.org/10.51977/an47ps70Keywords:
Filsafat Ilmu, Etika Manajerial, Manajemen Digital, Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR), Kerangka NormatifAbstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam peran filsafat ilmu sebagai fondasi etis sekaligus arah pengembangan pengetahuan manajemen melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang berlandaskan pedoman PRISMA 2020. Kajian ini menelaah berbagai publikasi ilmiah terindeks Scopus, Web of Science, SINTA, dan Google Scholar pada rentang waktu 2015–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa filsafat ilmu berfungsi sebagai basis konseptual dan normatif bagi disiplin manajemen. Dimensi ontologis mengungkap hakikat realitas dan mekanisme laten dalam dinamika organisasi; dimensi epistemologis menegaskan urgensi validitas, transparansi, serta rasionalitas pengetahuan; sedangkan dimensi aksiologis menyoroti tanggung jawab moral, keadilan, dan legitimasi sosial dalam praktik manajerial. Sinergi ketiga dimensi tersebut memperkuat integrasi antara teori dan praktik, serta menghadirkan kerangka normatif yang adaptif untuk merespons kompleksitas dan dilema etika pada era digital. Dengan demikian, refleksi filosofis menjadi prasyarat epistemik dan moral yang esensial bagi pembangunan ilmu manajemen yang etis, kontekstual, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial.
References
Abdulla, S. (2018). Ulasan Buku: Pendekatan Sistematis untuk Tinjauan Pustaka yang Efektif (Book Review: Systematic Approaches to a Successful Literature Review). Journal of Intellectual Disabilities, 22(4), 413–413. doi: 10.1177/1744629517723998
Alan Chalmers. (2013). Apa Itu yang Disebut Sains? (What Is This Thing Called Science?). Z-Library, Edisi Ketiga.
Anand, G., Larson, E. C., & Mahoney, J. T. (2020). Thomas Kuhn dan Evolusi Paradigma Ilmiah (Thomas Kuhn on Paradigms). Production and Operations Management, 29(7), 1650–1657. doi: 10.1111/poms.13188
Andrew H Van de Ven, & Paul E. Johnson. (2006). Pengetahuan untuk Teori dan Praktik (Knowledge for Theory and Practice). In Source: The Academy of Management Review (Vol. 31, Issue 4). doi: 10.5465/amr.2006.22527385.
Donaldson, T., & Dunfee, T. W. (1994). Menuju Konsepsi Terpadu Etika Bisnis: Teori Kontrak Sosial Integratif (Toward a Unified Conception of Business Ethics). In Source: The Academy of Management Review (Vol. 19, Issue 2). doi: 10.5465/amr.1994.9410210749
Freeman, R. E. (2015). Pendekatan Pemangku Kepentingan dalam Manajemen Strategik (The Stakeholder Approach). In Strategic Management (pp. 1–2). Cambridge University Press. doi: 10.1017/cbo9781139192675.003
Ghoshal, S. (2005). Teori Manajemen yang Buruk Menghancurkan Praktik Manajemen yang Baik (Bad Management Theories Are Destroying Good Management Practice). Academy of Management Learning & Education, 4, 75–91. doi: 10.5465/AMLE.2005.16132558
Greenwood, M., & Freeman, R. E. (2018). Pendalaman Analisis Etis dalam Bisnis (Deepening Ethical Analysis in Business Ethics). In Journal of Business Ethics (Vol. 147, Issue 1). Springer Netherlands. doi: 10.1007/s10551-017-3766-1
Gupta, K., Crilly, D., & Greckhamer, T. (2020). Strategi Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Kinerja Perusahaan (Stakeholder Engagement Strategies and Firm Performance). Strategic Management Journal, 41(10), 1869–1900. doi: 10.1002/smj.3204
Harry Yulianto. (2021). Filsafat Ilmu Manajemen: Perspektif Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi (Philosophy of Management Science). In Cross-Border Journal of Businees Management (Vol. 1, Issue 1).
Hildebrandt, M. (2018). Regulasi Algoritmik dan Supremasi Hukum (Algorithmic Regulation and the Rule of Law). Philosophical Transactions of the Royal Society A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences, 376(2128). doi: 10.1098/rsta.2017.0355
Karl Popper. (1962). Dugaan dan Sanggahan: Pertumbuhan Pengetahuan Ilmiah (Conjectures and Refutations: The Growth of Scientific Knowledge). London: Routledge.
Kitchenham, B. (2007). Pedoman Melaksanakan Systematic Literature Review pada Rekayasa Perangkat Lunak (Guidelines for Performing Systematic Literature Reviews in Software Engineering). Laporan Teknis EBSE-2007-01.
Mark Petticrew & Helen Roberts. (2006). Tinjauan Sistematis dalam Ilmu Sosial: Panduan Praktis (Systematic Reviews in the Social Sciences). Blackwell Publishing (Oxford/Malden) atau Wiley-Blackwell. doi: 10.1002/9780470754887
Mats Alvesson, & Jörgen Sandberg. (2013). Membangun Pertanyaan Penelitian yang Menarik (Constructing Research Questions: Doing Interesting Research). SAGE Publications Ltd (London & Los Angeles). doi: 10.4135/9781446270035
Mittelstadt, Brent Daniel, Allo, Patrick, Taddeo, Mariarosaria, Wachter, Sandra, & Floridi, Luciano. (2016). Etika Algoritma: Memetakan Perdebatan (The Ethics of Algorithms: Mapping the Debate). Big Data & Society, 3(2), 2053951716679679. doi: 10.1177/2053951716679679
Morgan Review by, G., & Clark, P. A. (1981). Paradigma Sosiologis dan Analisis Organisasi (Sociological Paradigms and Organizational Analysis). In The British Journal of Sociology (Vol. 32, Issue 3). doi: 10.2307/589304
Reed, M. (2005). Refleksi atas Pendekatan Realisme dalam Studi Manajemen (Reflections on the Realist Turn in Organization and Management Studies). Journal of Management Studies, 42(8), 1621–1644. doi: 10.1111/j.1467-6486.2005.00559.x
Roy Bhaskar. (2013). Teori Realitas Ilmiah: Pendekatan Realisme Kritis (A Realist Theory of Scien. Routledge, London. doi: 10.4324/9780203090732
Tranfield, D., Denyer, D., & Smart, P. (2003). Menuju Metodologi Pengembangan Pengetahuan Manajemen Berbasis Bukti (Towards a Methodology for Developing Evidence-Informed Management Knowledge by Means of Systematic Review). doi: 10.1111/1467-8551.00375
von Krogh, G. (2018). Kecerdasan Buatan dalam Organisasi: Peluang Baru Bagi Teorisasi Fenomenologis (Artificial Intelligence in Organizations: New Opportunities for Phenomenon-Based Theorizing). Academy of Management Discoveries, 4(4), 404–409. doi: 10.5465/amd.2018.0084
Willmott, H. (2015). Mengapa Teori Institusional Tidak Dapat Bersifat Kritis (Why Institutional Theory Cannot Be Critical). Journal of Management Inquiry, 24(1), 105–111. doi: 10.1177/1056492614545306







