Pengalaman Ibu Dalam Merawat Bayi Prematur di Rumah

  • Royantina Simanjuntak Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus
  • Lina Dewi Anggraeni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus
Keywords: Premature babies, caring, mother experience

Abstract

ABSTRAK

 

Bayi prematur adalah bayi yang lahir < 37 minggu. Kelahiran prematur adalah penyebab utama kematian bayi baru lahir (bayi yang hidup dalam 4 minggu pertama kehidupannya). Perawatan bayi prematur berbeda dengan perawatan bayi cukup bulan, kondisi tubuh bayi prematur menjadikan beberapa sistim organ belum sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam pengalaman ibu merawat bayi prematur di rumah. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pengambilan data dengan teknik wawancara secara mendalam dan pertanyaan terbuka. Partisipan dalam penelitian ini adalah delapan orang ibu yang merawat sendiri bayinya di rumah. Hasil yang diperoleh terdapat tiga tema yang dihasilkan yaitu timbul perasaan negatif, perawatan harian yang dilakukan, dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak. Keterlambatan ibu untuk memulai interaksi dengan bayi berakibat terganggunya peran sebagai ibu. Disarankan ibu mendapat dukungan dan informasi dari tenaga kesehatan selama dirawat di rumah sakit agar percaya diri merawat bayi prematur di rumah. Bentuk dukungan moril, finansial dan informasi sangat membantu ibu dalam merawat bayinya di rumah

Kata kunci : Bayi Prematur, Merawat, Pengalaman

 

ABSTRACT

 

Premature babies born under 37 weeks. Premature birth is the main cause of death for newborns (babies who live in the first 4 weeks of life). Caring premature baby different from term baby, because some organs system not yet perfectly. This Study aims to find out how mothers experience caring for premature babies at home. This study uses qualitative designed with data collection within deep interview techniques and open questions. Participants in this study were eight mothers who care for their babies themselves at home. The result obtained is three themes produced, namely negative feelings, daily care, getting support. The mothers' commitment to begin interaction with the baby resulting in disruption of the role of mother. It is recommended that mother get support and information while caring for premature babies at home. Forms of moral support, financial, and information are very helpful for mothers in caring for their babies at home.

Keywords: Premature babies, caring, mother experience

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustriana, T. (2012), Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Persalinan Prematur di Indonesia Tahun 2010 (Analisis Data Rikerdas), Skripsi S.Kep, Universitas Indonesia.

Anik, M. (2009), Perawatan Metode Kanguru, http//www.Info kes.com, diakses:12/6/2011

Depkes RI (2016). Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan Metode Kanguru terhadap Respon Psikologis Bayi Prematur. Jakarta: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Volume 5.

Girsang, B. M. (2009). Pola Perawatan Bayi Berat Lahir rendah (BBLR) oleh ibu di rumah sakit dan di rumah dan hal-hal yang mempengaruhi: Study Grounded Theory. Universitas indonesia.

Goldenberg, R. L., Culhane, J.F., Iams, J. D., & Romero, R. (2008) Epidemiologi and causes of preterm birth. Lancet

Guillaume, S., Natacha, et al. (2013). Parent's Expectations of staff in the early bonding process with their premature babies in the intensive care setting: A qualitative multicenter study with 60 parents. BMC Pediatrics.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2015, Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar.

Krisnadi & Sofie, R. (2009), Prematuritas, Penerbit Refika Aditama, Bandung.

Lee, C.S., Long, A., &Boore, J. (2009). Taiwanese womens experiences of becoming a mother to a very-low-birth-weight preterm infant: A grounded theory study. Internasional Journal of Nursing Studies

Linbergh, B., & Ohrling, K. (2008). Experience of having a prematurly born infant from the prespective of mothers in northern Sweden. International Journal of Circumpolar Heath

Lissauer, T & Fanaroff, A. (2009). At a Glance Neonatologi diterjemahkan dalam bahasa Indonesia: Indonesia Erlangga.

Manuaba, IBG. (2009). Kapita selekta penatalaksanaan rutin obstetri ginekologi dan KB. Jakarta: EGC.

Mbekenga. C.K., Christennson, K., Lugiana, H.I. & Olsson, P. (2011), Joy. Struglee and Support: Postpartum Experiences of First-Time Mother in Tanzanian Suburb. Women and Birth

Molika, E . (2014), Pintar Mengurus Bayi Prematur, Arena KIDS, Jakarta.

Morais, A.C., Quirino, M.D., & Almeida, M.S. (2009). Home Care of The Premature Baby. Acta Paul enferm.

Nicholaou, M, Rosewell, R, Marlow, N, & Glazebrook, C (2009). Mother experiences of interacting with their prematur infant Journal of Reproductive and Infant psichology

Nugroho, T. 2010. Kesehatan Wanita, Gender dan Permasalahannya. Yogyakarta: Nuha Medika.

Polit, D. F., & Beck, C. T. (2012). Nursing Research: Appraising Avidence for Nursing Practice (9th ed). Philadelphia: Lippincott Williams & wilkins

Prawirohardjo. S. (2010). Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.

Rahmayanti. (2011), Pelaksanaan perawatan Metode Kanguru Pada ibu yang memiliki Bayi BBLR, Jakarta

Reeder, Martin & Koniak, G. (2011). Keperawatan Maternitas. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Riyanti. (2012), Pengalam Ibu Merawat Bayi Prematur di rumah , Tesis M.Kep, Universitas indonesia.

Saifuddin, A.B. (2009). Ilmu Kebidanan sarwono prawirohardjo, PT bina Pustaka sarwono Prawirohardjo, Jakarta

Shanmugam, V. (2015). Stress and coping Strategies Among mothers of Neonates, admitted in Neonatal Intensive care unit. Asian Journal Of nursing Education and Research.

Sitohang, N.A. (2009) Asuhan Keperawatan pada Bayi Berat Badan lahir Rendah Universitas Sumatera Utara (USU): USU Library

Soepardam, dkk (2010), Panduan perawatan bayi sakit. Jakarta: Puspa Swara.

Suhardi (2008), Penatalaksanaan dan Perawatan bayi Dismatur ( Bayi Berat Lahir rendah), Medika

Suradi, et al. 2010. Indonesia Menyusui. Jakarta: IDAI.

Suradi, R., & Yunarso, P. B. (2009). Metode Kanguru sebagai pengganti inkubator bagi BBLR. Sari Pediatri

Damanik, S.M. (2008). Buku Ajar Neonatologi edisi pertama: IDI

Waiswa, P., Nyanzi, S., Namusoko, S, K., Peterson, S., Tomson, G., Pariyo, G.W. et al (2010). Inever Thouht that this Baby Would Survive;I Thougt that it would.

WHO. (2013). Comprehensive Implementation Plan on Maternal, Infant and Young Child Nutrition

WHO. (2014), Preterm Birth, Dillihat pada 18 Maret 2015, dari http://www.who.int.

Wong, L., Donna et al. 2009, Buku ajar Keperawatan Pediatrik vol.1, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. Alih bahasa: Agus Sutarna, S.Kp, & dr. H.Y. Kuncara.

World Health Organizaton (WHO) (2013). Development of Strategy Towards Promoting Optimal Fetal Growth.
Published
2019-09-15
How to Cite
Simanjuntak, R., & Dewi Anggraeni, L. (2019). Pengalaman Ibu Dalam Merawat Bayi Prematur di Rumah. Jurnal Keperawatan BSI, 7(2), 21-31. Retrieved from http://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/99