GAMBARAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN RS SUMBER HURIP KABUPATEN CIREBON TAHUN 2023

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Michelle Angel Winata
Purwadhi
Yani Restiani Widjaja

Abstract

Keselamatan pasien merupakan inti dari pelayanan kesehatan. Penerapan budaya keselamatan pasien adalah wajib dan seluruh pegawai bertanggungjawab terhadap keselamatan pasien dan diri mereka sendiri. Beberapa insiden keselamatan pasien di RS Sumber Hurip merupakan kejadian yang mirip, meskipun upaya untuk mencegah berulangnya kejadian telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran budaya keselamatan pasien RS Sumber Hurip pada tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan survei menggunakan desain cross sectional, data kemudian diolah dengan analisis deskriptif.  Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling sebanyak 193 karyawan. Data dukumpulkan dengan menggunakan Hospital Survey on Patient Safety Culture versi 2.0 yang dikeluarkan oleh Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) pada tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata respon positif terhadap dimensi budaya keselamatan RS Sumber Hurip lebih rendah dari database yang dimiliki AHRQ. Dimensi terendah adalah dimensi handoffs dan pertukaran informasi, serta dimensi staffing dan laju kerja. Dimensi dukungan supervisi, manajer, atau clinical leader, respon terhadap kesalahan, pelaporan kejadian, organizational learning-continuous improvement, kerjasama, serta keterbukaan komunikasi memiliki respon positif dari sebagian besar responden, namun masih lebih rendah dari database AHRQ. Sedangkan respon positif pada dimensi dukungan manajemen rumah sakit dan komunikasi tentang kesalahan lebih tinggi dari database AHRQ. Penelitian ini menyarankan RS Sumber Hurip untuk meningkatkan dimensi budaya keselamatan yang masih rendah, dan meningkatkan dimensi budaya keselamatan yang lain.


 


Patient safety is the core of health services. The adoption of a patient safety culture is mandatory and all employees are responsible for the safety of patients and themselves. Several patient safety incidents at Sumber Hurip Hospital are similar events, although efforts to prevent their recurrence have been made. This study aims to see an overview of patient safety culture at Sumber Hurip Hospital in 2023. This research is a quantitative survey using a cross-sectional design, the data is then processed using descriptive analysis. The sampling technique used was simple random sampling of 193 employees. Data was collected using the Hospital Survey on Patient Safety Culture version 2.0 released by the Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) in 2019. The results showed that the average positive response to the dimensions of safety culture at Sumber Hurip Hospital was lower than the AHRQ database. The lowest dimensions are the dimensions of handoffs and information exchange, as well as the dimensions of staffing and work pace. The dimensions of supervisor, manager, or clinical leader support, response to error, reporting patient safety events, organizational learning-continuous improvement, teamwork, and open communication have positive responses from most of the respondents but are still lower than the AHRQ database. The positive response on the dimensions of hospital management support and communication about errors is higher than the AHRQ database. This research suggests Sumber Hurip Hospital increases the safety culture dimension which is still low, and increases the other safety culture dimensions.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Winata, M. A., Purwadhi, & Widjaja, Y. R. (2024). GAMBARAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN RS SUMBER HURIP KABUPATEN CIREBON TAHUN 2023. Jurnal Manajemen Rumah Sakit, 2(1). Retrieved from https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/mmars/article/view/1606

References

Debora, Wullingga Elita. 2020. Gambaran Budaya Keselamatan Pasien pada Perawat dalam Melaksanakan Pelayanan di Instalasi Rawat Inap RSD Balung Kabupaten Jember.

Doweri, et all,. (2015). Patient ’ S Safety Culture : Principles and Applications : Review Article. European Scientific Journal, 11(15), 83–94.

Febriyanty, Utami. 2018. Gambaran Budaya Keselamatan Pasien berdasarkan Metode AHRQ pada Pegawai RS Anna Medika Kota Bekasi tahun 2018. Jakarta.

Kachalia, A., & Bates, D. W. 2014. Disclosing medical errors : the view from the USA. The Surgeon, 12, 64-67.

Khasanah, Umi, Anggi Saputra. Pengaruh Beban Kerja dan Kejenuhan Kerja terhadap Kinerja Perawat RSUD Kota Bandung. Jurnal Keperawatan BSI, Vol. 11. No.1 April 2023. https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/973/718

Lesmana, A., Purwadhi, P., & Andriani, R. (2023). Komunikasi Organisasi dan Implementasi Kebijakan Terhadap Kepuasan Kerja Perawat di Garut. Jurnal Manajemen Rumah Sakit, 1(1), 1-14. Retrieved from https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/mmars/article/view/1310

Lestari dkk. 2013. Konsep Manajemen Keselamatan Pasien Berbasis Program di RSUD Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.

Rohendi. 2021. Kuliah V Manajemen Pelayanan Prima. ARS University

Rosyada, Sabila Diena. 2014. Gambaran Budaya Keselamatan Pasien pada Perawat Unit Rawat Inap Kelas III Rumah Sakit Daerah Pasar Rebo Bulan Juni Tahun 2014. Jakarta.

Wijayanto, Anita Putri. Ceria Febiana. Hubungan Persepsi Perawat dalam Penerapan Asuhan Keperawatan. Jurnal Keperawatan BSI, Vol. 11. No.1 April 2023. https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1105/684