PENGALAMAN HUMAN RELATIONS PETUGAS LPKA KUPANG DALAM MEMBINA ANAK BINAAN
DOI:
https://doi.org/10.51977/jdigital.v5i1.970Keywords:
Officers, Experience, Human RelationsAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman human relations petugas dalam membina anak binaan. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi Alfred Schutz. Paradigma penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme. Jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari 5 orang informan yang bertugas pada bagian pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kupang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petugasnya berpengalaman, kompeten, melakukan komunikasi dan pendekatan kepada anak binaan guna membangun hubungan agar lebih dekat dengan anak. Hubungan yang terjalin antara petugas dan anak binaan bisa dibilang sangat dekat. Anak binaan diperlakukan dengan baik. Tidak ada perbedaan dalam membina anak yang satu dengan anak lainnya. Hal ini lah yang membuat anak binaan cepat membuka diri dengan petugas dan bersedia menerima pembinaan yang diberikan. Pembinaan oleh pihak LPKA Kupang ini dilakukan karena (because motive) merupakan tugas dan kewajiban petugas untuk mengubah perilaku, moral, akhlak, serta kepribadian anak binaan menjadi lebih baik. Kemudian alas an inorder to motive, hasil penelitian menemukan bahwa untuk menjadi bekal masa depan anak setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
References
Anastasia, M. (2007). Analisis Kausalitas Latar Belakang Remaja Putri di Jepang Mengikuti Trend Ganguro Dihubungkan dengan Unsur Psikologis. BINUS. Retrieved from http://library.binus.ac.id/Collections/ethesis_detail.aspx?ethesisid=2007-3-00261-JP
Aprillia. (2009). Satpel Desain Dasar Pendidikan. Seni Rupa IKIP Semarang. 2009. Handout Media Pembelajaran Mata Kuliah Nirmana III. FBS UNNES.
Eko, T. (2014). Mengenal printing Sublim. Retrieved from https://twinjayatekstil.com/mengenal-printing-sublim/
Endarmoko, E. (2006). Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.
Kartiwa, S. (2007). Ragam Kain Tradisional Indonesia: Tenun Ikat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Lestari, Merah Delima Asih Bening, M. C. A. S. (2018). Perancangan Sarung Majalaya untuk Busana Ready to Wear. In e-Proceeding of Art & Design. Bandung: Universitas Telkom.
Maryam, S. (2019). No TitleAnalisis Busana Muslim sebagai Busana Populer Menolak Modernisasi Busana yang Erotis. Jurnal Teknologi Kerumahtangaan, VIII (1), 791–798.
Poespo, G. (2009). A to Z Istilah Fashion. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Putra, K. (2014). Makna Dan Filosofi Kain Poleng Bali. Retrieved June 10, 2012, from https://www.komangputra.com/makna-filosofi-kain-poleng-bali.html
Sachari, A. (1986). Desain Gaya dan Realita. Jakarta: CV. Rajawali.
Sumardjo, J. (2002). Arkeologi Budaya Indonesia: Pelacakan Hermeneutis-Historis terhadap Artefak- artefak Kebudayaan Indonesia. Yogyakarta: Qalam.
Sunaryo, A. (2010). Ornamen Nusantara: Kajian Khusus tentang Ornamen Indonesia. Semarang: Dahara Prize.
Wahyuni, A. D. E. (2013). Motif Lipa Sabbe (Sarung Sutera) Sengkang Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan. Program S1 Pendidikan Tata Busana UNS, 02(02).





