NASIB PARA PENGUSAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) SELAMA COVID-19
Keywords:
MSME, Covid-19, PandemicAbstract
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di bidang pangan menjadi salah satu korban yang cukup dirugikan di tengah pandemi Covid-19. Bagaimana tidak semua kegiatan bisa dihentikan mulai dari pendidikan hingga pengusaha yang harus menutup sementara usahanya di tengah pandemi yang bertujuan untuk mengurangi jumlah orang yang terjangkit covid-19. Bahkan, tak sedikit pelaku UMKM terpaksa gulung tikar karena Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang bagaimana pelaku UMKM dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fenomenologi sebagai kajian penelitian ini. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai beberapa pengusaha yang ada di Kota Bandung khususnya di beberapa daerah yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan maupun masyarakat lokal itu sendiri. Pengumpulan data dan informasi dari beberapa pelaku UMKM menemukan bahwa pengusaha sebisa mungkin menghindari kebangkrutan dengan beberapa cara, seperti mengurangi jam kerja karyawan yang biasanya bekerja 12 jam sehari dikurangi menjadi 8 jam dan menghilangkan sistem kerja shift selain memaksimalkan promosi melalui media sosial dengan memaksimalkan penjualan online melalui ojek online. Selain itu, UMKM harus memiliki rencana jangka panjang di setiap kota di negara kita yang memiliki beberapa daerah dengan daerah padat penduduk atau daerah pusat yang sering dikunjungi wisatawan dan sebagian besar daerah besar tersebut rawan pandemi, sedangkan UMKM sebagian besar memiliki rencana jangka panjang. bisnis di daerah ramai dan salah. Salah satu rencana jangka panjang adalah memindahkan tempat usaha ke tempat yang lebih sedikit penduduknya tetapi kurang padat dan strategis.

