Konsep Wisata Industri di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Dedi Rianto Rahadi
Mochamad Muslih

Abstract

ABSTRAK


Cikarang memiliki potensi  sebagai destinasi wisata industri. Kawasan yang memiliki banyak industri menjadi peluang dan menjadi daya tarik bagi wisatasan. Dukungan pemerintah daerah dan sikap terbuka dunia usaha dalam menerima kunjungan industri menjadi kunci masuk untuk membuat konsep wisata industri. Adanya peluang untuk menumbuhkan investasi baru serta berpeluang meningkatkan potensi pendapatan daerah (PAD) menjadi alasan mengapa konsep industri menjadi peluang dan tantangan. Tujuan penelitian untuk membuat konsep wisata industri agar menumbukan potensi usaha baru serta diharapkan dapat meningkatkan potensi pendapatan daerah (PAD). Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif serta Teknik PRA (Participatory Rural Appraisal ), dimana memungkinkan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha terlibat dalam membuat tindakan nyata rencana, pengawasan, dan evaluasi kebijakan yang berpengaruh pada kehidupannya. Untuk mendukung keterlibatan semua pihak yang terkait akan dilakukan wawancara secara mendalam dan Focus Group Disccusion (FGD). Metode wisata industri memiliki konsep berupa kunjungan secara langsung ke sejumlah pabrik produsen produk, dimana pengunjung dapat mengetahui secara detail produk atau jasa. Hasil penelitian memperlihatkan konsep wisata industri harus ada kesedian perusahaan industri serta dukungan pemerintah dalam mewujudkan wisata industri. Wisata industri lebih mengedepankan edukasi bagi wisatawan dan menperkenalkan produk serta bagaimana proses produk tersebut dihasilkan.


Kata Kunci : Wisata Industri, Wisata Edukasi, Kawasan Industri


 


ABSTRACT


Cikarang has the potential as an industrial tourist destination. Regions that have many industries become opportunities and become an attraction for tourists. The support of the regional government and the open attitude of the business community in accepting industrial visits are the keys to making the concept of industrial tourism. The opportunity to grow new investment and the opportunity to increase local revenue potential (PAD) is the reason why the industrial concept is an opportunity and challenge. The research objective is to create an industrial tourism concept in order to foster new business potential and is expected to increase regional income potential (PAD).
The research method is descriptive qualitative approach and PRA (Participatory Rural Appraisal) technique, which allows local governments, communities, businesses to be involved in making concrete actions for planning, monitoring, and evaluating policies that affect their lives. To support the involvement of all parties involved, in-depth interviews and Focus Group Disccusion (FGD) will be conducted. The industrial tourism method has the concept of a direct visit to a number of factories producing products, where visitors can find out in detail products or services. The results showed the concept of industrial tourism must be the availability of industrial companies and government support in realizing industrial tourism. Industrial tourism prioritizes education for tourists and introduces the product and how the product process is produced.


Keywords: Industrial Tourism, Educational Tourism, Industrial Estates

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Rianto Rahadi , D., & Muslih, M. (2019). Konsep Wisata Industri di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. Jurnal Kajian Pariwisata, 1(1), 53-62. https://doi.org/10.51977/jiip.v1i1.126

References

Adimihardja, K. &. H. H, (2003). Participatory Research Appraisal : Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Penerbit Humaniora


Banerjee, S. B., Iyer, E. S., & Kashyap, R. K. (2003). Corporate environmentalism: antecedents and influence of industry type. Journal of marketing, 67(2), 106-122.

Creswell, John W, (2007). Research Design : Qualitative, Quantitative, and mixed methods approaches. Thousand Oaks, California

Carter, G. A. (1993). Responses of leaf spectral reflectance to plant stress. American Journal of Botany, 80(3), 239-243.

Fakih, Mansour, (2003). Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Frew, E. A. (2000). Industrial tourism: a conceptual and empirical analysis (Doctoral dissertation, Victoria University).

Fenilia Tamaratika dan Arief Rosyidie, (2017), Inkorporasi Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Kawasan Pariwisata Di Lingkungan Pantai. https://media.neliti.com/media/publications/131626-ID-inkorporasi-kearifan-lokal-dalam-pengemb.pdf

Goffman, E. (1959). The moral career of the mental patient. Psychiatry, 22(2), 123-142.

Giddens, Anthony, (2001). Runaway World: Bagaimana Globalisasi Merombak Kehidupan Kita. Jakarta: Gramedia.

Hery Sucipto dan Fitria Andayani, (2014) Wisata Syariah Karakter, Potensi, Prospek, dan Tantangannya, Grafindo Books Media, Jakarta.

Hughes, G. (1995). The cultural construction of sustainable tourism. Tourism Management, 16(1), 49-59.

Joko Sutarso Menggagas Pariwisata Berbasis Budaya Dan Kearifan Lokal http://komunikasi.unsoed.ac.id/sites/default/files/35.joko%20sutarso-ums.pdf

Kemenpar, (2012). Kemenparekraf Promosikan Indonesia Sebagai Destinasi Pariwisata Syariah Dunia. Dipetik Agustus 2015, 4, dari http://www.kemenpar.go.id:

Rodrigues, A. M., Stank, T. P., & Lynch, D. F. (2004). Linking strategy, structure, process, and performance in integrated logistics. Journal of Business logistics, 25(2), 65-94.

Mastercard-Crescentrating Global MuslimTravel Index 2018

Mila Falma Masful, (2017), Pariwisata Syariah: Suatu Konsep Kepercayaan Dan Nilai Budaya Lokal Di Daerah Pedalaman Pilubang, Payakumbuh, Sumatera Barat THE MESSENGER, Volume 9, Nomor 1, Edisi Januari 2017

Neuman, W. Lawrence, (2007), Basic of Social Reasearch : Qualitative and Quantitative. Approaches, Pearson Education Inc, Boston,

Sibarani, Robert, (2012). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi. Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL)

Silalahi, Ulber, (2012). Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Sofyan, Riyanto, (2012). Prospek Bisnis Pariwisata Syariah. Jakarta: Republika

Streubert, H.J. & Carpenter, D.R, (2011). Qualitative Research in Nursing : Advancing The Humanistic Imperative. (5th ed). Philadelpia : Lippincou Williams & Wilkins.

Thohir Bawazir, (2013) Panduan Praktis Wisata Syariah, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta,

Wuryasti, Fetri, (2013). Wisata Halal, Konsep Baru Kegiatan Wisata di Indonesia.